WORDS

Words can't save you, but you can save yourself following the words path

Home Blogger Access to Insight

Our Goals

to share thoughts and ideas about the Buddha's teaching with any benefits it may give.

Previous Posts

Archives

Friday, August 26, 2005

Melatih Perhatian dan Pengetahuan

Saya pernah memiliki dillema seperti ini :

Ketika kita berlatih satipatthana, objek pikiran kita saat itu adalah perbuatan yang sedang kita lakukan. Misalnya bila kita sedang belajar, kita menyadari bahwa kita sedang belajar. Namun bila apa yang kita sadari pada saat itu adalah bahwa kita sedang belajar, bagaimana kita bisa belajar. Karena itu adalah dua objek yang berbeda.

Lalu saya berpikir, perhatian dan pengetahuan adalah cetasika, yaitu sati dan panna yang menyertai citta yang muncul. Citta itu memiliki objeknya sendiri. Berlatih satipatthana berarti mengembangkan sati dan panna yang ada ketika kita melakukan sesuatu.

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan, berlatih satipatthana adalah

Melakukan sesuatu dengan perhatian dan pengetahuan

bukan memiliki perhatian dan pengetahuan bahwa kita sedang melakukan sesuatu.

Char @ 12:11 - comments (0)

Thursday, August 25, 2005

The Cart Is Going

There is a cart drawn by four cows. The driver drives the cart. And four cows draw the cart. The cart is going or moving. There is a body drawn by four postures of lying, sitting, standing, and walking. The mind drives the body. And four postures draw the body through out day and night. The body is going or moving forward temporally or in time fashion.

And I add, "and there is no self in it"

Link: http://groups.yahoo.com/group/Triplegem/message/9029 Char @ 08:12 - comments (0)

Sunday, August 21, 2005

Snapshot - August 2005

Some snapshots

Jalan di pagi hari, so fresh^^

Little doggies (nearly 1 month age)

Char @ 23:57 - comments (0)

Friday, August 19, 2005

Practice is Imperfect

Ketika kita berlatih, sering kita memiliki pemikiran-pemikiran seperti ini

  • Untuk setiap saat kita harus mencapai kondisi ideal, misalnya ketika bermeditasi, tiap saat berlatih pikiran kita harus terkonsentrasi penuh pada objek.
  • Tidak dapat mencapai kondisi ideal tersebut adalah kegagalan.

Namun hal-hal itu adalah pandangan yang salah.
Ketika berlatih, maka mengatasi kesulitan yang muncul itu adalah latihan itu sendiri

Apa yang dimaksud berlatih meditasi ?
Adalah mengembalikan pikiran ketika ia pergi dari objek meditasi ke objek itu lagi

Apa yang dimaksud berlatih sila ?
Adalah mengambil kembali sila yang telah dilanggar. Kedengarannya aneh, tapi ingat, kita berlatih sila karena selama ini kita melanggarnya. Bila kita tidak melanggarnya, kita tidak perlu melatihnya.

When practicing, remember, we will fail for now and tomorrow, but not for ever.

Charles G, 1983 - ...

Char @ 16:52 - comments (0)

Perubahan

Dalam hidup ini, disadari atau tidak, cepat atau lambat, perubahan pasti terjadi. Perubahan pada orang disekitar kita, pada tubuh kita, pada hidup kita, dan hidup orang-orang di sekitar kita. Juga pada prestasi kita, pada pandangan orang lain tentang diri kita, pada pandangan kita tentang org lain, pada perasaan kita, dan lain sebagainya.

Saat perubahaan yang tidak menyenangkan terjadi, sanggupkah kita menghadapinya ? karena dengan kemelekatan yang muncul tanpa kita sadari, akan diperlukan energi yang luar biasa untuk mampu menghadapinya. Jadi, waspadalah. Tapi bagaimana dengan kemelekatan yang sudah muncul ??? Kira-kira berapa juta liter air mata yang masih akan keluar ? Masih cukupkah energimu ?

Hati-hatilah bila tersenyum karena sesuatu atau seseorang, perhatikanlah apakah satu kemelekatan telah muncul dalam dirimu ?

Another-Backspace @ 11:57 - comments (1)

Thursday, August 18, 2005

When ?

Everyday is a new beginning of being a person and every moment is a time for self-vigilance.

Master Cheng-Yen

Another-Backspace @ 13:52 - comments (0)

Monday, August 15, 2005

Akibat dari Lobha

Saya sering berpikir kalau akibat dari lobha adalah miskin dan kekurangan. Tapi miskin dan kekurangan adalah karena kita tidak memiliki simpanan kamma baik sehingga kita tidak memiliki harta pula.

Jadi bila demikian apakah akibat dari lobha ini ?

Char @ 22:47 - comments (1)

Sunday, August 14, 2005

Nidhi Kanda -- The Reserve Fund

Sutta ini juga merupakan salah satu sutta yang memberikan inspirasi. Mudah dimengerti dan memberikan semangat. Bila sering direnungkan, tentu akan membawa akibat baik yang besar.

A person stashes a fund away, deep underground, at the water line: "When a need or duty arises, this will provide for my needs, for my release if I'm denounced by the king, molested by thieves, in case of debt, famine, or accidents." With aims like this in the world a reserve fund is stashed away. But no matter how well it's stored, deep underground, at the water line, it won't all always serve one's need. The fund gets shifted from its place, or one's memory gets confused; or -- unseen -- water serpents make off with it, spirits steal it, or hateful heirs run off with it. When one's merit's ended, it's totally destroyed. But when a man or woman has laid aside a well-stored fund of giving, virtue, restraint, & self-control, with regard to a shrine, the Sangha, a fine individual, guests, mother, father, or elder sibling: That's a well-stored fund. It can't be wrested away. It follows you along. When, having left this world, for wherever you must go, you take it with you. This fund is not held in common with others, & cannot be stolen by thieves. So, prudent, you should make merit, the fund that will follow you along. This is the fund that gives all they want to beings human, divine. Whatever devas aspire to, all that is gained by this. A fine complexion, fine voice, a body well-built, well-formed, lordship, a following: all that is gained by this. Earthly kingship, supremacy, the bliss of an emperor, kingship over devas in the heavens: all that is gained by this. The attainment of the human state, any delight in heaven, the attainment of Unbinding: all that is gained by this. Excellent friends, appropriate application, [1] mastery of clear knowing & release: [2] all that is gained by this. Acumen, [3] emancipations, [4] the perfection of disciplehood: all that is gained by this. Private Awakening, [5] Buddhahood: all that is gained by this. So powerful is this, the accomplishment of merit. Thus the wise, the prudent, praise the fund of merit already made.
Link: http://www.accesstoinsight.org/canon/sutta/khuddaka/khp/khp.html#8 Char @ 09:50 - comments (0)

Tirokudda Kanda -- Hungry Shades Outside the Walls

Sutta ini menurut saya adalah salah satu sutta yang paling mudah dicerna dan menginspirasikan pikiran. Bila direnungkan maka dapat membawa pengaruh yang baik.

Outside the walls they stand, & at crossroads. At door posts they stand, returning to their old homes. But when a meal with plentiful food & drink is served, no one remembers them: Such is the kamma of living beings. Thus those who feel sympathy for their dead relatives give timely donations of proper food & drink -- exquisite, clean -- [thinking:] "May this be for our relatives. May our relatives be happy!" And those who have gathered there, the assembled shades of the relatives, with appreciation give their blessing for the plentiful food & drink: "May our relatives live long because of whom we have gained [this gift]. We have been honored, and the donors are not without reward!" For there [in their realm] there's no farming, no herding of cattle, no commerce, no trading with money. They live on what is given here, hungry shades whose time here is done. As water raining on a hill flows down to the valley, even so does what is given here benefit the dead. As rivers full of water fill the ocean full, even so does what is given here benefit the dead. "He gave to me, she acted on my behalf, they were my relatives, companions, friends": Offerings should be given for the dead when one reflects thus on things done in the past. For no weeping, no sorrowing no other lamentation benefits the dead whose relatives persist in that way. But when this offering is given, well-placed in the Sangha, it works for their long-term benefit and they profit immediately. In this way the proper duty to relatives has been shown, great honor has been done to the dead, and monks have been given strength: The merit you've acquired isn't small.
Link: http://www.accesstoinsight.org/canon/sutta/khuddaka/khp/khp.html#7 Char @ 09:44 - comments (0)

Saturday, August 13, 2005

The Art Of Reflection

Well, have to investigate this first.

Char @ 12:31 - comments (0)

Meditasi Langit Biru

Apapun yang sifatnya datang dan pergi ketika meditasi (entah itu keinginan, rasa bersalah, dll) hanyalah awan-awan gelap yang mengenal hukum datang dan pergi. Ada putaran ketidakabadian di sana. Berbeda dari awan, langit biru, ya, langit biru. Ada atau tidak ada awan, langit biru tetap disana. Ada atau tidak ada matahari, langit biru tetap langit biru. Entah siang atau malam, kelihatan atau tidak kelihatan, langit biru tetap disana. Ada keabadian disana.

Demikian juga dalam keseharian, ketika hidup ini dipermainkan oleh keinginan, kekhawatiran, dan ketakutan. Duduklah di kursi kakek yang penuh pengertian, lihat sang cucu (baca: keinginan dan ketakutan, suka dan duka, kematian dan kehidupan) berlari kesana kemari. Tapi tidak akan kemana-mana larinya. Seperti awan gelap yang hanya berputar-putar berganti bentuk. Siapa saja yang melatih diri melihat ini dalam setiap pengalaman keseharian, pada suatu waktu akan sampai dalam kesadaran bahwa dirinya bukan awan, melailnkan langit biru.

Another-Backspace @ 12:13 - comments (0)

Anapanasati

  • Try to focus on a single breath span
    This is an opportunity for developing 'samadhi' (concentration) through mustering all your attention just on the sensation of breathing. So at this time use your full commitment to that one point for the length of an inhalation, and the length of an exhalation. You are not trying to do it for, say, fifteen minutes, because you would never succeed at that, if that were your designated span of time for one-pointed concentration. So use this span of an inhalation and an exhalation.
  • Success depends more on patience than on will-power
    Now the success of this depends on your patience rather than on your will-power, because the mind does wander and we always have to patiently go back to the breath.
  • One goal is to have a balanced effort throughout the process
    So we are using the length of an inhalation and the length of an exhalation in order to limit the effort to just this length of time within which to sustain attention. Put forth effort at the beginning of the exhalation to sustain it through that, through the exhalation to the end, and then again with the inhalation. Eventually it becomes even, and one is said to have 'samadhi' when it seems effortless.
Link: http://www.amaravati.org/abm/english/documents/mindful/04ins.html Char @ 09:29 - comments (0)

Friday, August 12, 2005

Tahu Dan Mengerti

Ini adalah analogi sederhana tentang tahu dan mengerti.

Dulu saya pernah baca, anjing bila sedang senang maka ia akan menggerak-gerakkan ekornya. Tapi waktu itu saya baru cuma tahu, karena saya tidak dekat dengan anjing manapun, plus takut juga. Tapi karena cuma tahu, maka saya juga cuma 50% percaya akan kebenarannya, alias I can't count on it, bisa benar bisa salah.

Tapi sekarang ketika melihat anjing yang bisa saya beri makan (atau dibalik, ketika anjing itu melihat saya) anjing-anjing itu selalu menggerak-gerakkan ekornya. Dan saat ini saya mengerti karena telah melihat sendiri. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi spekulasi. Saya tidak lagi perlu pendapat orang lain untuk mempercayai hal ini. Tidak ada hal yang dapat merobohkan pengertian yang telah didapat ini.

Pengertian ini datang dari pengelihatan. Pengelihatan datang dari perhatian.

Char @ 22:23 - comments (0)

August 12, Trying To Practice A Little

Hari ini mencoba tidak makan malam, gagal :(, dua sebab utama :

  1. Jam 7 mama tanya, "udah makan belum ?". OK, tidak ada jawaban lain :P.
  2. Jam 8 perut sudah agak perih, tidak masalah sih kalau cuma perih. Hanya terakhir seperti ini yang terjadi adalah a full night with pain, sepertinya otot perut saya kram, dan itu benar-benar sakit dan sering pula. Jadi tidak mau ambil resiko deh.

So what's next

  1. Ubah sila keenam menjadi mengurangi makan di atas jam 12. Dengan demikian, dua hal di atas dapat diatasi. At least, it's better than not.
Char @ 20:38 - comments (0)

Khotbah Bhante Cakra Tentang Melatih Diri

Kita telah terkekang oleh kebiasaan-kebiasaan buruk kita sejak kecil dan sulit mengubahnya. Namun kita bisa mengubahnya dengan berlatih sila dan kesadaran. Tidak ada yg tidak dapat berubah.

Bahkan Angulimala, si pembunuh pun bisa menjadi bhikkhu yg baik dan mencapai arahat. Memang berlatih sila dan kesadaran akan membuat kita terkekang, bahkan kebiasaan kita terdahulu, akan dengan mudah menarik kita ke-"kecenderungan" kita. Bahkan di suatu titik tertentu kita akan merasa ragu-ragu. Namun kita tidak boleh menyerah.

Sang Buddha menjadi Buddha karena kedisiplinan. Bahkan Ia, sebelum menjadi Buddha, banyak melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Dan kita harus sadar bahwa dunia adalah tempat kita belajar dan melatih diri, bukan tempat bersenang-senang.

Another-Backspace @ 15:17 - comments (0)

Benarkah Sudah Berusaha?

Kebiasaan buruk sekecil apapun adalah sangat sulit untuk dihilangkan. Seringkali kita menyalahkan segala sesuatu di luar diri kita dengan mengatakan bahwa mereka tidak mendukung kita. Atau di lain waktu kita mengatakan sudah berusaha namun tidak berhasil.

Tanyalah dirimu: "Benarkah sudah berusaha?" Kita mengatakan berusaha padahal kita masih memikirkannya (berkhayal melakukannya) atau sudah berusaha tapi masih memaafkan diri kita dengan mengijinkan kita melakukan sedikit perbuatan buruk itu dengan dalih :"masih latihan, tak apalah sedikit". Kalau begini, kapan akan berhasil? Perjuangan melawan nafsu adalah perjuangan yang tak ada akhirnya namun ada hasilnya. Maukah kamu suatu saat nanti menyadari bahwa kamu sudah tak memiliki waktu lagi, dan ternyata kamu belum apa-apa?

Char @ 14:59 - comments (0)

Fire Of Wisdom

Wisdom is life fire. If you cannot control it, It will burn you up, Like fire. What kind of fire ? Fire of speculation, Never ending investigation, Reasoning and objection, Untrustness.

Char @ 12:37 - comments (0)

Thursday, August 11, 2005

Kebahagiaan Besar

Dikatakan, kebahagiaan besar, kebahagiaan besar, Tapi apakah kebahagiaan besar itu ?

Char @ 17:59 - comments (0)

A Kind Of Attachment

Disaat mencintai, betapa menderitanya bila org yg kita cintai dimarahi, dihina, bahkan meninggal :( Atau bila tidak hati2 kita bahkan bisa berubah menjadi org yg egois dan munafik. Disaat org yg kita cintai ternyata tdk mencintai kita, aduh rasanya dunia berhenti berputar, jantung berhenti berdetak. Kira2 sedemikian kejamnya cinta itu :) Well yang pasti sih nothing last forever, so this kind of thing akan berakhir with bad end. But friendship lasts 4ever ^_^ Karena dalam friendship, there's no string attached, No string attached, berarti tidak ada tali yang akan putus. ^_^

Char @ 14:22 - comments (0)

Outside Influence Or Not ?

Ketika hal-hal di luar tidak menyenangkan, stressful, dan memusingkan, apakah kita juga harus ikut menjadi tidak menyenangkan, stress, dan pusing ? Tidak kan

Hal yang tidak menyenangkan menyebabkan dosa timbul.
Hal yang menyenangkan menyebabkan lobha timbul.

Kita harus berusaha agar hal di luar tidak mempengaruhi hal di dalam.
Bagaimana caranya ?
When it comes, just see, then let go.
Dengan demikian kita harus melatih kesadaran, dan dengan kesadaran melepaskan pengaruh hal-hal tersebut.

Char @ 10:22 - comments (0)

Monday, August 08, 2005

Death Is Everywhere

Where is death, where is death ? Death is everywhere, death is everywhere. Near you there is someone dying, Also in the other direction. Find any hospital, And find death too. Even beneath your feet, There is death. Follow the ants, And you'll find death. Up climb a tree, And you'll see death. Go to a cemetery, And see the sign of death. Go to a store, And see the sigh of death. The meats, they exist because of death. No, no, we can not fight death. Look, don't you see, It is everywhere. This world is really the reign of death. Death will take all that we have. Death will take them all, Your parents, your friends, your children, All the people you care. And when that happen, Would you grief ? See the reality, Sun rises from east, And dives to west. So does death will take them all, And ourselves too. And there is no reason to feel grief. Even your body is not yours. It is belong to death. I will die, I have not evercome death. And death is everywhere. And death is everytime.

Char @ 20:08 - comments (0)

Longing

If we long for something,
we will be disappointed.

Pleasureable things cause greed to appear.
I want it,
But that "it" must have been changing someday, sometime
Later...
It must have,
It really will,
It certainly will,
Surely.

We never think of that before.
At first it seemed so impossible.
But nevertheless, it happens.
And all that exists now is only disappointment,
sadly feeling, misery.

I am disappointed now,
Will I come back to things that have caused me
this disappointment.
Only if I want to be disappointed more...

When it returns,
I must remember this,
See but don't cling.

I like hunger,
I like misery,
They show me the reality.

Char @ 17:48 - comments (0)

Saturday, August 06, 2005

Twin Effect

The twin effects (selain judul album twins)

  • sati - sampajjana
    twin effect ini memungkinkan seseorang memahami realitas melalui perhatian dan pengertian
  • samatha - vipassana
    twin effect ini memungkinkan seseorang bebas dari samsara melalui penekanan kilesa dengan konsentrasi dan pemotongan akar kilesa dengan pengertian
Char @ 20:57 - comments (0)

Have a Lighter View

To meditate is so... difficult -_-. If I'm doing this alone, I must have been give up right now :P. Fortunately I am not alone, so everytime I'm thinking of giving it up, I just have to imagine how shame it would be :P when... other than (bakal kena marah?) :P.

To meditate is so... difficult -_-. I have to set a lot of my precious time (yang sebenarnya cuma banyak dipakai untuk nothing -_-), and then I have to find a comfortable place and position. After that I have to work hard to concentrate my mind which is so... (licin?) like (belut?). After that I will have a (kesemutan?). And after that I will be sleepy.

To meditate is so... difficult -_-. And I am just thinking if I get it wrong. Maybe I'm having a false view on this. Isn't this meditation is only to set a time for yourself and go relax, watching things come and go. Life everyday is confusing, and so we need to recharge our mind.

To meditate is easy then ^.^. Jadi sepertinya istilahnya harus diganti nih, bukan "kerja" tapi "relax". Kita butuh waktu "relax" yang cukup agar pikiran jernih dari kesemerawutan hidup di dunia.

Char @ 20:10 - comments (0)

Wednesday, August 03, 2005

Meditation: Mirror of the Mind

Mind when meditating is a mirror of the state of oneself.

  • Jika pikiran yang ada adalah pikiran yang penuh dengan kilesa, maka ketika meditasi kita akan mengalami banyak kesulitan, pikiran sulit terkonsentrasi.
  • Jika pikiran yang ada adalah pikiran yang bersih, maka ketika meditasi kita akan dengan mudah mengkonsentrasikan pikiran kita.
  • Bersih tidaknya pikiran kita disebabkan oleh apa yang kita lakukan sehari-hari.
  • Oleh karena itulah mengapa sila berperan sangat penting untuk keberhasilan meditasi.
Char @ 10:05 - comments (0)

Monday, August 01, 2005

Gembala Sapi

Yes, I am a "gembala sapi".

Though much he recites the Sacred Texts, but acts not accordingly, that heedless man is like a cowherd who counts others' kine. He has no share in the fruits of the Holy life.

Though little he recites the Sacred Texts, but acts in accordance with the teaching, forsaking lust, hatred and ignorance, truly knowing, with mind well freed, clinging to naught here and hereafter, he shares the fruits of the Holy life.

http://www.serve.com/cmtan/Dhammapada/pairs.html

But ... at least

The fool who knows that he is a fool is for that very reason a wise man; the fool who thinks that he is wise is called a fool indeed.

http://www.serve.com/cmtan/Dhammapada/fool.html

Isn't this just an excuse ?

I want my own (cow?) ... >_<

Char @ 18:30 - comments (0)

Hiri dan Otappa

Hari ini saya ingin menulis, tentang Hiri (malu berbuat jahat) dan Otappa (takut akan akibat perbuatan jahat).

Entah kenapa melaksanakan sila itu tidak seperti melatih meditasi. Dalam melaksanakan sila kita perlu terus-menerus waspada, berinteraksi dengan dunia luar di mana banyak sekali gangguan. Coba saja ketika sedang mengerjakan tugas, pikiran sedang mumet, tiba-tiba terdengar suara nguing-nguing dan tidak terasa tangan tiba-tiba bergerak dan plak. Untunglah setelah dilihat ternyata tidak ada apa-apa di tangan.

Atau begini deh contoh lainnya, kamu sedang ujian lisan. Tiba-tiba dosen bertanya dan karena kamu tidak ingin terkesan malas, kamu memberi alasan, "soalnya begini Pak". Nah itu sudah jelas berbohong kan. Tapi berbohongnya itu disebabkan oleh sejuta alasan pada saat itu dimana alasan utama adalah rasa takut dan malu (yang jelas bukan rasa takut Otappa dan malu Hiri).

Nah you see, menjalankan sila itu tidak semudah meditasi (yay, should we said that meditation is easy?). Yang jelas, dalam meditasi kita bisa menyingkirkan penghalang yang ada (suara, panas, etc). Tapi dalam melaksanakan sila, kita malah dihadapkan pada semua jenis penghalang itu. Benar-benar berperang melawan diri sendiri.

Oke, cukup latar belakangnya, sekarang bagian term and definition (hehe...kaya laporan penelitian saja :P). This is war, and who are the enemies ? Musuhnya adalah semua penghalang itu, rasa malu dan takut atas kesalahan diri sendiri, keserakahan, nafsu, benci, kesal, marah, iri hati, sedih, rasa suka, penyesalan, keinginan, rasa malas, dan 1000 musuh lainnya (padahal saya sudah mentok nih cari kata-katanya :]). Untuk menghadapi musuh-musuh ini kita perlu senjata. Ya senjata yang powerful. Dan The Teacher telah memberikan senjata itu dengan gratis pada kita. Yaitu adalah Hiri dan Otappa.

The question is now: how to use the weapon?
Saya cari manualnya dulu yah :D.

Char @ 18:09 - comments (0)

Practice Note 01/08/2005

These things may help:

  1. Hirup udara segar pagi hari
  2. Don't stop when meditating
  3. Ketika awal, biarkan pikiran tenang dulu. Konsentrasi akan muncul dengan sendirinya. Biarkan terjadi secara alami.
  4. Amati pikiran, ketika pikiran pergi kembalikan ke objeknya.

Today experiences:

  1. Pertama badan rasanya pegel, tapi setelah beberapa lama, rasa pegel itu hilang => jangan berhenti jika posisi yang digunakan dirasa kurang enak.
  2. Sesi pertama berlangsung lebih baik, sesi kedua pikiran tidak dapat dikendalikan dan berakhir dengan (-_-)zzzZZZ :(
  3. Nafas menjadi seperti titik, perlu cara agar dapat melihat objek dengan jelas.
Char @ 15:24 - comments (0)

Confusionism

Not Confucious though :P

When our mind is confused, what should we do to make it clear ?

Char @ 14:01 - comments (0)

Viriya

I think these are enough to arouse viriya in me

  1. Usaha sebanding dengan hasil.
  2. Hasil adalah goal, ada di pikiran. Hasil dituliskan dalam bentuk usaha. Waktu dialokasikan untuk tiap usaha.
Char @ 08:32 - comments (0)